Saya dan kedua teman saya memperoleh tiket kereta dengan jadwal yang berbeda. Jadwal keberangkatan Kereta saya adalah pukul 19:11 malam, sdangkan kereta teman saya berangkat pukul 20:18. Beberapa jam sebelumnya, saya terlibat perkelahian hebat, salah satu teman saya adalah mantan anggota mafia, dia dikejar2 pembunuh bayaran. Dalam perkelahian itu, sebuah golok menancap di punggung saya. Pembunuh itu melemparkan golok dari belakang saya ketika saya mengejar salah satu temannya.

Saya lupa bagaimana caranya kami lolos dari pembunuh itu, tiba-tiba kami sudah berada di stasiun bersama teman saya, dan seorang teman lagi yang entah darimana datangnya.  Saat kami sampai di Stasiun, waktu menunjukkan pukul 19:00, saya bergegas mencari kereta jurusan Jogja-Jakarta. Ketika saya melihat ada satu kereta yang sudah mulai bergerak, saya langsung berteriak menanyai orang-orang di gerbong belakang, dan ternyata kereta itu menuju jakarta. Seketika itu juga saya melompat di kereta. Sayangnya saya tidak berhasil masuk ke dalam gerbong, jadi saya duduk saja di sanbungan antar gerbong. Gerbong kereta itu hanya memiliki satu pintu di bagian belakang, dan di depan saya merupakan gerbong Generator listrik. Ketika kereta melewati tikungan, sang masinis melihat saya yang berada di sambungan antar gerbong. Dia menghentikan kereta, lalu turun menemui saya. Alangkah terkejutnya ketika mengetahui bahwa masinis itu adalan Dosen saya. Beliau lalu bertanya kepada saya mengenai alasan saya naik di sambungan gerbong, saya pun menceritakan semuanya dan menunjukkan tiket yang telah saya beli. Akhirnya beliau mempersilahkan saya masuk ke dalam gerbong kereta, dan membawa saya menuju Jakarta…

Leave a Reply